Kota Makassar merupakan Kota Pertama di Indonesia Timur yang melahirkan transformasi Balitbangda menjadi BRIDA

oleh -49 Dilihat

Makassar,lontaracelebes.id–Hal itu diungkapkan secara langsung oleh Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, DR. Yopi yang hadir secara langsung pada kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2023 Pemerintah Kota Makassar di Four Point by Sheraton, Rabu (27/12/2023).

Tujuan hadirnya Brida Kota Makassar yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Makassar untuk menggalang dan membangun ekosistem riset dan inovasi yang menghasilkan quick response analysis untuk mengikuti dinamika di lapangan.

Dirinya mengatakan bahwa Brida bukanlah pesaing OPD lain yang ada di Pemerintah Daerah, tetapi sebagai penunjang agar menjalankan perannya lebih efektif.

“BRIDA dibentuk oleh Pemerintah Daerah setelah mendapatkan pertimbangan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dan kami melihat kota Makassar sangat proaktif untuk bertransformasi menjadi Brida. Olehnya itu kita melakukan pendampingan dan hari ini bisa diluncurkan,” ucapnya.

Yopi melihat Kota Makassar salah satu kota yang banyak melahirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat luas dan mengedepankan riset berdasarkan fakta di lapangan.

Urgensi pembentukan BRIDA, lanjutnya, untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan daya saing daerah. Membenahi tata kelola, meningkatkan pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.

Tak lupa dia mengingatkan, setelah resminya Brida dan terbitnya Perda terkait Brida, Pemkot Makassar wajib memasukkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) di setiap perencanaan seluruh OPD terkait.

Iptek sangat penting dimasukkan dalam sektor komponen pembangunan dan perencanaan daerah oleh tim Pemkot Makassar agar program strategisnya bisa tepat sasaran, efisien dan efektif.

2024 nantinya, Litbang jangan hanya sekedar berubah nama namun harus berubah semangat kerjanya menjadi lebih maksimal dan harus mendapat dukungan dari semua pihak.

“Ini momentum memperkuat rancangan Pemkot Makassar. Kami dari BRIN siap mendampingi. 2024 waktunya mempersiapkan perencanaan jangka menengah, jangka panjang dan memasukkan Iptek di perencanaan seperti RPJMD. Harus mengolaborasi multi stakeholder di tingkat daerah,” ujarnya.(sumber kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.