DANSAT BRIMOB POLDA SULSEL SAH MEMILIKI GELAR ADAT KERAJAAN GOWA.

oleh -18 Dilihat

Gowa,LontaraCelebes.id-Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol. Heru Novianto, S.I.K.,M.Han beserta Ibu Mirza Novelia Ardini memperoleh Gelar Adat dari Kerajaan Gowa. Penganugerahan gelar itu berlangsung di Museum Balla Lompoa Jl. K. H. Wahid Hasyim No.39, Sungguminasa, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sabtu (02/03/24)

Payung kuning persegi dijunjung empat lelaki mengiringi langkah Heru Novianto beserta Ibu Mirza Novelia Ardini di atas bentangan karpet merah menuju rumah adat Balla Lompoa.

Sejumlah pejabat ikut menyambut, seperti Wadansat Brimob Polda Sulsel AKBP Fajar Dani Susanto,S.I.K.,M.H , Kapolres Gowa AKBP R.T.S Simanjuntak S.H.,S.I.K.,M.M.,M.I.K., Dandim 1409/Gowa Letkol Inf. Muhammad Isnaeni Natsir, S.I.P., para Danyon Batalyon Pelopor, Komandan Detasemen Gegana, Para Pejabat Utama Satbrimob Polda Sulsel dan tentunya pemangku adat Bone dan Gowa.

Prosesi pemberian gelar adat oleh Raja Gowa ini sangat sakral. Heru Novianto diberi gelar adat I Daeng Magassing sedangkan Istrinya, Mirza Novelia Ardhini diberikan gelar adat I Daeng Mate’ne

Prosesi penganugerahan gelar berlangsung singkat. Diawali tarian Pa’duppa, Pembacaan Ayat Suci Al Quran dan sekaligus doa bersama, pembacaan Sinopsis Keturunan Kerajaan Gowa. Setelah itu barulah Raja Gowa Ke 38 Paduka Yang Mulia Sombayya Andi Kumala Ijo Daeng Sila, Karaeng Lembang Parang memakaikan Songko Recca dan penyerahan Pusaka Kerajaan berupa Badik serta Pin Emas kepada Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Heru Novianto I Daeng Magassing, S.I.K.,M.Han beserta Ibu Mirza Novelia Ardhini I Daeng Mate’ne dan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat sebagai tanda Dansat Brimob Polda Sulsel dan Ibu secara sah memiliki gelar bangsawan dari Kerajaan Gowa.

Raja Gowa 38 Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang menjelaskan pemberian gelar adat kepada Heru sesuai karakter dan melihat sifat dan perilaku kepada sesama manusia

“Arti Daeng Magassing ialah memberikan suatu pemberian dan kekuatan kepada sesama,” katanya. Selain itu, makna Daeng Magassing ialah kuat, kuat berkolaborasi, kuat memberikan dukungan kepada siapapun. Sedangkan Arti Daeng Mate’ne yakni di mana pun pasti disenangi dan baik.

Dia menambahkan, pemberian gelar adat ini juga untuk menggaungkan kearifan lokal. “Pemberian gelar ada ini sangat sakral, dan semoga bisa bermanfaat bagi sesama manusia,” pungkasnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.