Dari Pesantren Hingga Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Kisah Sahabat yang Kini Diapresiasi Imam Istiqlal di Amerika

oleh -497 Dilihat

Makassar Lontaracelebes,id-Kabar bahagia datang dari Makassar. UIN Alauddin Makassar resmi mengukuhkan Prof. Dr. H. Munawir Kamaluddin, M.Ag., MH. sebagai Guru Besar dalam bidang Pendidikan Nilai dan Karakter (Akhlak). Ia menjadi profesor pertama dari keluarga besar Pesantren Darul Istiqamah, sekaligus cucu pendiri pesantren, KH Ahmad Marzuki Hasan.

Ucapan selamat pun menyeberangi benua, dari Amerika Serikat. Imam Masjid Istiqlal Houston, Dr. KH. Muthahhir Arif, menyebut pencapaian sepupunya itu sebagai kebanggaan bersama.

“Ini bukan hanya capaian pribadi, tapi kemenangan seluruh alumni Darul Istiqamah. Semoga menjadi inspirasi generasi pesantren untuk terus menekuni ilmu,” ujarnya.

Bagi Imam Muthahhir, momen ini terasa begitu istimewa. Prof. Munawir bukan hanya sahabat, tapi juga sepupunya. Keduanya tumbuh bersama sejak kecil—dari TK, SD, SMP hingga SMA—bahkan kerap duduk sebangku di kelas.

“Saya mengenalnya sejak awal perjalanan hidup kami. Kami satu keluarga, satu pesantren, satu bangku. Hari ini Allah takdirkan beliau menjadi Guru Besar. Ini bukti nyata bahwa dari pesantren bisa lahir ulama sekaligus akademisi yang diakui,” tuturnya.

Guru Besar Pertama Dari Darul Istiqamah

Menurut Imam Muthahhir, gelar Guru Besar ini adalah bukti nyata bahwa pesantren mampu melahirkan kader berakhlak mulia sekaligus berilmu luas. Ia mengutip firman Allah dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11, bahwa Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.

“Guru Besar bukan hanya kehormatan, tapi amanah besar untuk membimbing generasi,” katanya.

Ia berharap, ke depan ada sinergi antara UIN Alauddin Makassar, kampus tempat Prof. Munawir mengabdi sekaligus memimpin Ikatan Alumni Darul Istiqamah, dengan Istiqlal Houston yang kini berkembang menjadi pusat pendidikan Islam di Amerika Serikat.

Di akhir pesannya, Imam Muthahhir menitip doa untuk sahabat sekaligus sepupunya itu.

“Semoga Prof. Munawir senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan keberkahan. Semoga ilmu dan dedikasinya menjadi amal jariyah yang tak terputus, membawa cahaya bagi agama, bangsa, dan umat. Dan setelah ini, kita berharap akan lahir lagi santri-santri Darul Istiqamah yang menapaki jalan hingga Guru Besar berikutnya,” pungkasnya.(**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.