Pacuan Kuda Tradisional dan Berkuda Memanah Semarakkan Desa Tanete, Perebutkan Piala Bupati Maros

oleh -3 Dilihat

Maros, Lontaracelebes,id- Lomba Pacuan Kuda Tradisional dan Berkuda Memanah memperebutkan Piala Bupati Maros berlangsung meriah di Desa Tanete, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, pada 19–20 September 2026.

Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan masyarakat Desa Tanete tersebut tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya berkuda serta pembinaan atlet muda di Kabupaten Maros.

Kegiatan diselenggarakan Karang Taruna Tunas Sinar Tanete Desa Tanete bekerja sama dengan PORDASI Kabupaten Maros. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan Pemerintah Desa Tanete, UPTD Puskeswan Kabupaten Maros, PORDASI Pacu Sulawesi Selatan, serta PORDASI Berkuda Memanah Sulawesi Selatan.

Pada cabang Pacuan Kuda Tradisional, sebanyak 31 ekor kuda asal Kabupaten Maros ambil bagian dalam tiga kelas pertandingan, yakni Kelas C dengan tinggi kuda kurang dari 126 sentimeter, Kelas B dengan tinggi 126,1–137 sentimeter, dan Kelas A dengan tinggi 137,1–146 sentimeter.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya warga yang memadati arena pacuan. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, perlombaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi olahraga berkuda yang telah lama berkembang di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, cabang Berkuda Memanah diikuti 33 atlet yang bertanding dalam empat nomor, yaitu Triple Shoot Junior Putri, Triple Shoot Junior Putra, Serial Shoot Senior Putra, dan Indonesian Track Senior Putra.

Persaingan berlangsung ketat dan sportif. Ajang tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan dan peningkatan kemampuan atlet dalam menghadapi kompetisi berkuda memanah di tingkat regional maupun nasional.

Wakil Bupati Maros, A. Muetazim Mansyur, S.T., M.Si., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, olahraga dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan minat, bakat, karakter, sportivitas, dan kebersamaan.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang dapat menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat anak-anak muda. Melalui olahraga, generasi muda dapat mengembangkan potensi diri sekaligus memperkuat karakter, sportivitas, dan rasa kebersamaan,” ujarnya.

Kepala Desa Tanete, Takbir, mengatakan kegiatan tersebut telah memasuki pelaksanaan keempat dan setiap pelaksanaannya mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan ini telah dilaksanakan selama empat kali dan berjalan lancar tanpa kendala yang berarti,” kata Takbir.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan, khususnya jajaran Kepolisian Resor Maros yang turut menjaga keamanan selama seluruh rangkaian acara berlangsung.

Ketua PORDASI Kabupaten Maros, A.M. Alwi A. Gaffar, S.H., menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya dan peningkatan prestasi olahraga berkuda.

“Kegiatan ini merupakan sarana untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menjadi ajang latihan bersama bagi atlet-atlet berkuda memanah yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari persiapan atlet menghadapi Porprov Sulsel yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo.

Sementara itu, Ketua PORDASI Pacu Sulawesi Selatan sekaligus Ketua PORDASI Berkuda Memanah Sulawesi Selatan, Muzayyin Arif, S.Pd.I., M.Pd.I., melalui pesan tertulisnya menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan olahraga berkuda di Sulawesi Selatan.

“Olahraga berkuda adalah olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. PORDASI Pacu dan PORDASI Berkuda Memanah Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus memajukan olahraga ini serta meningkatkan kualitas atlet-atletnya,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PORDASI Sulawesi Selatan juga mengirimkan empat kontingen untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Berkuda Memanah di Bogor pada 17–20 November 2026.

Pelaksanaan Lomba Pacuan Kuda Tradisional dan Berkuda Memanah di Desa Tanete diharapkan dapat terus menjadi agenda tahunan yang memperkuat sinergi masyarakat, pemerintah, organisasi olahraga, dan aparat keamanan.

Selain mempertahankan warisan budaya daerah, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berkuda berprestasi yang dapat membawa nama Kabupaten Maros dan Sulawesi Selatan ke tingkat nasional.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.